Perkuat Ruang Sipil, YLBH APIK Sulteng dan Yayasan BIJAK Bekali Masyarakat Adat To Pekurehua dengan Keterampilan Keamanan Digital
- account_circle Bumi Bijak
- calendar_month 15/08/2026
- visibility 38
- comment 0 komentar
- label Hukum & Advokasi
Bumibijak.org – YLBH APIK Sulawesi Tengah bersama Yayasan Bumi Hijau Khatulistiwa (BIJAK) terus berkomitmen dalam program “Penguatan Ketahanan Digital Berbasis Komunitas untuk Melindungi Ruang Sipil Masyarakat Adat To Pekurehua di Desa Watutau”. Program ini merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan keamanan digital yang dihadapi masyarakat adat dalam melakukan advokasi hak atas ruang hidup.
Meningkatnya penggunaan media digital dalam komunikasi dan dokumentasi advokasi di Desa Watutau membawa risiko bagi keselamatan warga, seperti pemantauan, kebocoran data, hingga peretasan perangkat. Menanggapi hal tersebut, YLBH APIK Sulawesi Tengah dan Yayasan BIJAK telah merampungkan rangkaian kegiatan krusial di Desa Watutau.

Kegiatan diawali dengan Sosialisasi dan Lokakarya Partisipatif : Pemetaan Risiko dan Pre-Test yang dilaksanakan pada 13 Agustus 2026. Tahap ini krusial untuk mengidentifikasi ancaman nyata yang dihadapi komunitas, serta memetakan kebutuhan pembelajaran yang partisipatif, dengan keterlibatan aktif perempuan dan pemuda.

Menindaklanjuti hasil pemetaan risiko, kegiatan dilanjutkan dengan Pelatihan Keamanan Digital dan Dokumentasi (Bootcamp) pada 14-15 Agustus 2026. Dalam pelatihan intensif ini, peserta dibekali keterampilan praktis seperti pengamanan akun, penggunaan komunikasi terenkripsi, hingga praktik dokumentasi lapangan yang aman mulai dari tata cara mendapatkan persetujuan (consent), perlindungan identitas, hingga pengelolaan metadata agar bukti advokasi tetap aman.
Sandy Prasetya Makal, Direktur Yayasan Bijak, sekaligus PIC kegiatan tersebut menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang secara khusus agar masyarakat tidak hanya sekadar memahami konsep, tetapi mampu menerapkan langkah keamanan secara mandiri.
“Kami fokus pada metode partisipatif yang sesuai dengan kondisi masyarakat To Pekurehua. Tujuannya adalah meningkatkan kepercayaan diri perempuan dan pemuda agar mampu mengelola data dan melakukan advokasi tanpa harus mengorbankan keamanan mereka di ruang digital,” jelas Sandy.
Kegiatan ini diproyeksikan sebagai fondasi dasar bagi pengembangan sistem dokumentasi digital yang aman serta produksi konten advokasi berbasis bukti bagi Masyarakat Adat To Pekurehua di Desa Watutau ke depannya.
Kontak Media :
Yayasan Bumi Hijau Khatulistiwa (BIJAK)
Email : info@bumibijak.org
Website : bumibijak.org


Saat ini belum ada komentar